Tampilkan postingan dengan label sertivikat induk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sertivikat induk. Tampilkan semua postingan

Disain Site Plan Perumahan

Bebarapa Faktor Yang Dipertimbangkan dalam Disain

Dalam mendisain sebuah site plan, banyak faktor yang harus diperhitungkan, seperti sistem lalu lintas, penyebaran dan pembagian saluran air, keamanan, penyebaran ruang terbuka dan berbagai macam faktor lain.

Jalan Akses

Dalam contoh site plan yang kami disain berikut ini, terlihat pengaturan lalu lintas perumahan ini melingkar, sehingga warga dapat dengan mudah mengakses cluster-cluster yang tersebar di lingkungan ini.

Fasilitas Umum

Penempatan rumah ibadah yang berada di cluster pertama terbangun diharapkan memudahkan mobilitas warga ke fasilitas tersebut. Tetapi setelah seluruh kawasan ini terbangun maka seluruh cluster dapat dengan mudah mencapainya, karena jalan utama yang melingkar tersebut.

Pengembangan Oleh Warga

Jalan utama yang mengelilingi perumahan ini diletakan kavling-kavling besar, dengan lahan yang besar tersebut diharapkan penghuni dapat mengembangkan unit rumah mereka untuk sarana komersial seperti toko, restaurant atau perkantoran. Sehingga perumahan ini walaupun tidak dibangun oleh Developer, fasilitas-fasilitas umum dapat berkembang, sehingga waraga dapat mudah mendapatkan kebutuhan sehari-hari tanpa harus keluar dari perumahan ini.

Lebar Jalan

Jalan perumahan (ROW) yang ada memiliki lebar 7 meter, dan 9 meter. Dengan jalan yang mudah dilalui oleh 2 mobil, maka lalu lintas baik di dalam cluster maupun di jalan utama dapat lebih lancar.

Cluster Tertutup

Setiap cluster tertutup di perumahan ini dihubungkan ruang terbuka hijau, yang awalnya adalah taman-taman. Tetapi seperti umumnya perumahan yang sudah lama, maka taman-taman tersebut secara swadaya akan dibangun areal publik sperti sarana olah raga, bermain anak atau balai pertemuan waraga. Dengan begitu, kegiatan warga dapat di akomodir kelak.
























arsitektur rumah | gambar rumah | membangun rumah minimalis | membangun rumah impian | renovasi rumah | membangun rumah tropis | membangun rumah idaman | membangun rumah sederhana | tips membangun rumah sederhana | biaya membangun rumah | perhitungan membangun rumah sederhana | gambar rumah mewah | gambar rumah sederhana | gambar rumah minimalis | gambar rumah type 36 | gambar rumah mungil | gambar rumah 1 lantai | desain rumah | denah rumah | membangun rumah minimalis dengan biaya murah | desain rumah minimalis | membangun rumah idaman | membangun rumah tropis | gambar rumah | desain rumah cantik | desain rumah tropis | desain rumah idaman
logoblog

Site Plan dari Pentahapan Pembayaran Lahan

Kami juga dapat membantu pengembang yang mengusulkan solusi pentahapan pembelian lahan. Berikut adalah contoh site plan yang direncanakan karena pentahapan pembayaran dan pada akhir pekerjaan pemilik lahan memiliki sisa lahan yang tetap dikuasainya.

Awal Gambar Perencanaan

Tahan seluas 16 Ha (166.981 m2) terdiri dari beberapa penggarap, yang dibayarkan secara bertahap, dan pemilik tanah belum membayar lunas seluruh lahan, mereka memerlukan biaya pelunasan dibeberapa petak, tetapi dana yang dimiliki developer belum cukup. Dari pola pembelanjaan seperti itu kami ditugaskan melakukan perencanaan site plan.

Bikin Site Plan dari Sertivikat

Beikut adalah nama-nama penggarap yang mereka miliki, di website ini kami sengaja tidak menginformasikan skema pembayaran kepada mereka, tetapi dapat menjadi gambaran bagaimana perencanaan dapat fleksibel mengikuti kondisi agar proyek perumahan ini terwujud.

Bikin Site Plan dari Sertivikat

Pentahapan lahan terbut terbagai seerti gambar dibawah ini, nomor-nomor dalam gambar tersebut adalah pintu-pintu cluster yang secara keseluruhan ada 7 pintu cluster.

Kami ditugaskan untuk menyisakan 1.600 m2 (10% luas lahan) kepada pemilik lahan, sebagai persentase lahan yang tidak dilepas oleh pemilik. Untuk itu kami juga menyiakannya seperti yang terlihat dalam gambar.
Bikin Site Plan dari Sertivikat

Tahap 1

Di tahap ini kami rencanakan untuk membangun jalan sementara, untuk perumahan ini agar developer dapat mengefisiensikan investasi, adapun pembeli pertama perumahan ini adalah secara kolektif diawal, sehingga tingkat resiko kecil bagi pengembang. Kavling yang dibangun 6 x 12 (tipe 36/72) dan sebagian 6 x 12 (tipe 26/84).

Bikin Site Plan dari Sertivikat

Tahap 2

 Pembangunan tahap 2 mulai pemebar, tetapi tetap mempertahankan lahan depan sebagai aset waktu, agar nilai propertinya meningkat. Karena jumlah penghuni sudah semakin banyak dan harga di tahap 2 ini juga meningkat maka bersamaan dengan penyelesaian tahap 2, jalan utama (bolevard) sudah terbangun, dan selesai menjelang pelaksanaan tahap 3.

Pada tahap ini lahan yang tetap dikuasai oleh pemilik lahan seluas 16.600 m2 sudah mulai dapat dibangun oleh mereka.

Bolevard tersebut hanya digunakan satu jalan saja, sedangkan jalan laninnya masih digunakan sebagai jalan konstruksi untuk keluar masuk material di tahap 2, 3, 4.
Bikin Site Plan dari Sertivikat

Tahap 3

Pada tahap ini mulai dibangun kavling 6 x 14 (tipe 36/84), areal depan juga mulai dibangun, tetapi kavling-kavling di sisi boulevard sengaja belum dibangun karena direncanakan menjadi areal komersial yang bernilai jual tinggi.
Bikin Site Plan dari Sertivikat

Tahap 4

 Tahap ini adalah finalisasi dari pembangunan perumahan 16 hektar ini. Seperti yang terlhat dalam gambar kavling 7 x 15 (tipe 84/105) sudah mulai dibangun.
Bikin Site Plan dari Sertivikat




pengertian real estate | alamat real estate indonesia | real estate jakarta selatan | anggota real estate indonesia | makalah real estate | definisi real estate | real estate indonesia expo | real estate
logoblog

Terima kasih telah mengunjungi JasaSitePlan.com